Saturday 6 August 2011

Syarat dan Fungsi Cairan Hidrolik

Ada dua macam peralatan yang biasanya digunakan dalam merubah energi hidrolik menjadi energi mekanik yaitu motor hidrolik dan aktuator. Motor hidrolik mentransfer energi hidrolik menjadi energi mekanik dengan cara memanfaatkan aliran oli dalam sistem merubahnya menjadi energi putaran yang dimanfaatkan untuk menggerakan roda, transmisi, pompa dll.
a. Motor
Motor berfungsi sebagai pengubah dari tenaga listrik menjadi tenaga mekanis. Dalam sistem hidrolik motor berfungsi sebagai penggerak utama dari semua komponen hidrolik dalam rangkaian ini. Kerja dari motor itu dengan cara memutar poros pompa yang dihubungkan dengan poros input motor. Motor yang digunakan adalah motor AC satu phasa ¼ PK.

b. Aktuator hidrolik
Aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik, maupun motor hydrolik. Silinder hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. Aktuator Hydrolik Seperti halnya pada sistim pneumatik, aktuator hydrolik dapat berupa silinder hydrolik, maupun motor hydrolik. Silinder Hydrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hydrolik bergerak secara rotasi. Dilihat dari daya yang dihasilkan aktuator hydrolik memiliki tenaga yang lebih besar (dapat mencapai 400 bar atau 4x107 Pa), dibanding pneumatik.

c. Aktuator Rotasi
Motor Hydrolik merupakan alat untuk mengubah tenaga aliran fluida menjadi gerak rotasi. Motor hydrolik ini prinsip kerjanya berlawanan dengan roda gigi hydrolik. Aliran Minyak hydrolik yang bertekanan tinggi akan diteruskan memutar roda gigi yang terdapat dalam ruangan pompa selanjutnya akan dirubah menjadi gerak rotasi untuk berbagai keperluan.

  
Adapun fungsi cairan hydolik  pada sistem hydrolik antara lain:
  • Sebagai penerus tekanan atau penerus daya.

  • Sebagai pelumas untuk bagian-bagian yang bergerak.

  • Sebagai pendingin komponen yang bergesekan.

  • Sebagai bantalan dari terjadinya hentakan tekanan pada akhir langkah.

  • Pencegah korosi.

  • Penghanyut geram yaitu partikel-partikel kecil yang mengelupas dari komponen.

  • Sebagai pengirim isyarat (signal).


Syarat Cairan Hydrolik
  • Kekentalan (Viskositas) yang cukup. Cairan hydrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. 

  • Tahan api (tidak mudah terbakar) sistem hydrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh karena itu perlu cairan yang tahan api.

  • Tidak berbusa (Foaming) Bila cairan hydrolik banyak berbusa akan berakibat banyak gelembung-gelembung udara yang terperangkap di dalam cairan hydrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan mengurangi daya transfer.Tahan dingin

  • Tahan dingin . cairan hydrolik tidak mudah membeku bila beroperasi pada suhu dingin berkisar antara 10°-15° C .Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya penyumbatan oleh cairan hydrolik yang membeku.

  • Tahan korosi dan tahan aus . Cairan hydrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak mudah aus. terima kasih semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment