Showing posts with label Domba. Show all posts
Showing posts with label Domba. Show all posts
Thursday, 21 March 2013
Domba Komposit Sumatera Jantan (A Sumatran Composite Ram)
Monday, 14 May 2012
Klasifikasi Domba
Secara umum, domba dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan: domba wol (wool sheep) dan domba bulu (hair sheep). Domba wol adalah domba yang rambutnya berupa wol dan perlu dicukur secara berkala; domba bulu merupakan domba yang rambutnya berupa bulu dan tidak perlu dicukur.
Domba wol terbagi menjadi tiga kategori: domba wol halus, domba wol sedang, dan domba wol kasar. Domba wol halus menghasilkan serat wol yang diameternya sangat kecil, biasanya 20 mikron atau kurang. Wol yang dihasilkan domba ini umumnya dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Trah domba wol halus mencapai lebih dari 50 persen populasi domba dunia. Domba wol halus terdapat di seluruh Australia, Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat bagian barat. Domba wol halus umumnya merupakan trah domba Merino atau peranakannya.
Domba Rambouillet, yang merupakan trah domba keturunan domba Merino, merupakan trah domba yang paling banyak terdapat di Amerika Serikat, terutama di kawasan barat, yang merupakan kawasan peternakan domba di Amerika Serikat. Domba wol halus sangat mampu beradaptasi dengan lingkungan gersang dan semi-gersang. Domba ini berumur panjang dan naluri berkelompoknya sangat kuat.
Trah domba pedaging menghasilkan wol sedang, yaitu wol berdiameter 20 hingga 30 mikron. Wol kualitas sedang yang dihasilkan domba jenis ini sering digunakan untuk membuat selimut. Namun demikian, peternak biasanya memelihara domba ini untuk menghasilkan daging. Domba wol sedang berjumlah sekitar 15 persen dari populasi domba dunia. Trah domba wol sedang yang paling terkenal di Amerika Serikat adalah domba Suffolk, domba Dorset, dan domba Hampshire.
Domba wol kasar atau disebut juga domba wol karpet adalah domba yang menghasilkan wol paling kasar dan berkualitas paling rendah, yaitu wol berdiameter di atas 30 mikron. Wol yang dihasilkan domba ini biasanya digunakan untuk pembuatan karpet. Trah domba wol kasar biasanya berambut lapis ganda. Lapisan rambut luar yang panjang dan kasar berfungsi melindungi domba dari cuaca sekitar. Trah domba ini mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem. Trah domba wol kasar yang terdapat di Amerika Serikat adalah domba Islandia, domba Karakul, domba Navajo Churro, dan domba Scottish Blackface. Trah domba khas Indonesia umumnya merupakan trah domba yang termasuk kategori domba wol kasar. Trah domba lokal Indonesia meliputi Domba Ekor Tipis, Domba Ekor Gemuk, dan Domba Garut atau Domba Priangan.
Sebagian trah domba tidak berambut wol dan sebaliknya berambut bulu sebagaimana nenek moyangnya, yaitu domba liar. Sebagian domba bulu memiliki lapisan rambut berupa bulu murni, sedang sebagian trah domba bulu lainnya memiliki lapisan rambut yang merupakan perpaduan rambut bulu dan rambut wol yang luruh secara alami. Trah domba bulu banyak terdapat di Afrika, kawasan Karibia, Amerika Serikat, dan Kanada.
Domba Afrikana, domba Barbado atau disebut juga domba Perut Hitam Amerika (American Blackbelly), domba Persia Kepala Hitam (Blackhead Pesian), domba Somali Brazil (Barzilian Somali), domba Damara, domba Dorper, domba Katahdin, domba Masai, domba Morada Nova, domba Pelibuey, domba Rabo Largo, domba Sahel, domba Santa Ines, domba Somali, domba St. Croix (Virgin Island White, Domba Putih Virgin Island), domba Touabire, domba Uda, Domba Kerdil Afrika Barat (West African Dwarf), dan Domba Tanduk Wiltshire (Wiltshire Horn), termasuk golongan domba bulu (hair sheep).
Populasi domba bulu sekitar 10 persen dari populasi domba dunia dan merupakan trah domba yang populasinya bertambah paling cepat di sektor peternakan domba di Amerika Serikat. Para peternak di Australia, Eropa, dan Inggris juga mulai tertarik memelihara domba bulu.
Penerjemah Inggris-Indonesia
Hipyan Nopri
Sumber:
http://www.sheep101.info/sheeptypes.html
Domba wol terbagi menjadi tiga kategori: domba wol halus, domba wol sedang, dan domba wol kasar. Domba wol halus menghasilkan serat wol yang diameternya sangat kecil, biasanya 20 mikron atau kurang. Wol yang dihasilkan domba ini umumnya dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Trah domba wol halus mencapai lebih dari 50 persen populasi domba dunia. Domba wol halus terdapat di seluruh Australia, Afrika Selatan, Amerika Selatan, dan Amerika Serikat bagian barat. Domba wol halus umumnya merupakan trah domba Merino atau peranakannya.
Domba Rambouillet, yang merupakan trah domba keturunan domba Merino, merupakan trah domba yang paling banyak terdapat di Amerika Serikat, terutama di kawasan barat, yang merupakan kawasan peternakan domba di Amerika Serikat. Domba wol halus sangat mampu beradaptasi dengan lingkungan gersang dan semi-gersang. Domba ini berumur panjang dan naluri berkelompoknya sangat kuat.
Trah domba pedaging menghasilkan wol sedang, yaitu wol berdiameter 20 hingga 30 mikron. Wol kualitas sedang yang dihasilkan domba jenis ini sering digunakan untuk membuat selimut. Namun demikian, peternak biasanya memelihara domba ini untuk menghasilkan daging. Domba wol sedang berjumlah sekitar 15 persen dari populasi domba dunia. Trah domba wol sedang yang paling terkenal di Amerika Serikat adalah domba Suffolk, domba Dorset, dan domba Hampshire.
Domba wol kasar atau disebut juga domba wol karpet adalah domba yang menghasilkan wol paling kasar dan berkualitas paling rendah, yaitu wol berdiameter di atas 30 mikron. Wol yang dihasilkan domba ini biasanya digunakan untuk pembuatan karpet. Trah domba wol kasar biasanya berambut lapis ganda. Lapisan rambut luar yang panjang dan kasar berfungsi melindungi domba dari cuaca sekitar. Trah domba ini mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ekstrem. Trah domba wol kasar yang terdapat di Amerika Serikat adalah domba Islandia, domba Karakul, domba Navajo Churro, dan domba Scottish Blackface. Trah domba khas Indonesia umumnya merupakan trah domba yang termasuk kategori domba wol kasar. Trah domba lokal Indonesia meliputi Domba Ekor Tipis, Domba Ekor Gemuk, dan Domba Garut atau Domba Priangan.
Sebagian trah domba tidak berambut wol dan sebaliknya berambut bulu sebagaimana nenek moyangnya, yaitu domba liar. Sebagian domba bulu memiliki lapisan rambut berupa bulu murni, sedang sebagian trah domba bulu lainnya memiliki lapisan rambut yang merupakan perpaduan rambut bulu dan rambut wol yang luruh secara alami. Trah domba bulu banyak terdapat di Afrika, kawasan Karibia, Amerika Serikat, dan Kanada.
Domba Afrikana, domba Barbado atau disebut juga domba Perut Hitam Amerika (American Blackbelly), domba Persia Kepala Hitam (Blackhead Pesian), domba Somali Brazil (Barzilian Somali), domba Damara, domba Dorper, domba Katahdin, domba Masai, domba Morada Nova, domba Pelibuey, domba Rabo Largo, domba Sahel, domba Santa Ines, domba Somali, domba St. Croix (Virgin Island White, Domba Putih Virgin Island), domba Touabire, domba Uda, Domba Kerdil Afrika Barat (West African Dwarf), dan Domba Tanduk Wiltshire (Wiltshire Horn), termasuk golongan domba bulu (hair sheep).
Populasi domba bulu sekitar 10 persen dari populasi domba dunia dan merupakan trah domba yang populasinya bertambah paling cepat di sektor peternakan domba di Amerika Serikat. Para peternak di Australia, Eropa, dan Inggris juga mulai tertarik memelihara domba bulu.
Penerjemah Inggris-Indonesia
Hipyan Nopri
Sumber:
http://www.sheep101.info/sheeptypes.html
Sunday, 2 January 2011
Keuntungan Beternak Domba Bulu
Karena biaya pencukuran wol semakin mahal dan harga wol mentah semakin murah, banyak peternak luar negeri yang tidak lagi tertarik beternak domba wol dan beralih memelihara domba bulu. Domba bulu memang memberikan beberapa keuntungan dibandingkan dengan domba wol.
Pencukuran domba bisa menimbulkan stres pada domba bersangkutan meskipun pencukuran ini hanya dilakukan sekali dalam setahun. Selain itu, pencukuran domba juga berpotensi menimbulkan luka akibat sayatan alat cukur atau patah kaki akibat penanganan yang kasar. Domba bisa stres saat dimasukkan ke kandang jepit. Saat digiring ke pojok kandang, domba berusaha melompati siapa pun atau apa pun yang menghalanginya saat domba berusaha melarikan diri. Hal ini membahayakan domba-domba yang masih kecil.
Para peternak domba wol biasanya memotong ekor anak domba beberapa hari setelah kelahirannya dengan pertimbangan kesehatan dan kebersihan. Ekor domba wol yang panjang dan berwol panjang ini memang cenderung kotor karena terkena tahinya. Selain itu, ekor panjang berwol panjang yang kotor juga mendatangkan parasit dan lalat. Namun demikian, pemotongan ekor anak domba ini berpeluang menimbulkan infeksi. Sebaliknya, bulu pada ekor domba bulu lebih pendek, sehingga ekornya tetap bersih dan tidak perlu dipotong.
Domba bulu umumnya juga lebih tahan terhadap parasit. Sebaliknya, domba wol sering terkena serangan kutu yang bersarang di dalam rambut wolnya yang lebat dan panjang dan mengisap darah domba. Karena domba bulu berbulu pendek, mereka dapat membuang kutu yang hinggap di badannya dengan menggaruknya menggunakan kukunya atau menggaruknya pada batang pohon atau pagar. Karena itu, parasit dan juga cacing jarang terjadi pada domba bulu.
Dengan menggunakan pejantan domba bulu dalam program perkawinan silang dengan domba wol betina yang lebih besar, peternak dapat mengurangi kemungkinan kesulitan melahirkan pada domba betina. Dengan anak domba yang lebih kecil, induk domba lebih mudah melahirkan anaknya.
Peternak umumnya memelihara domba untuk memperoleh dagingnya. Dalam hal ini, domba bulu sangat menguntungkan bagi peternak. Walaupun domba bulu lebih kecil daripada domba wol, daging domba bulu lebih sedikit lemaknya dan rasanya lebih lezat. Domba bulu biasanya tetap laku dijual setelah berumur lebih tua daripada domba wol karena rasa dagingnya masih tetap lezat.
Selain itu, domba bulu sangat mampu menyesuaikan diri dengan iklim panas atau dingin. Domba bulu bahkan tetap bisa hidup di lingkungan beriklim sangat dingin bila diberi kandang, dan kandang ini tidak perlu dilengkapi alat pemanas. Sebaliknya, domba wol tidak tahan panas dan udara lembab, kecuali bila wolnya dicukur.
Meskipun populasi domba bulu lebih sedikit dibandingkan dengan domba wol, domba bulu semakin terkenal dan warnanya sangat beragam. Sebagian trah domba bulu, seperti domba Barbado atau disebut juga domba Perut Hitam Amerika (American Black Belly), bertanduk pada domba jantan. Domba Barbado jantan bertanduk ini sangat gagah penampilannya, sehingga domba ini kadang-kadang digunakan dalam perburuan trofi (trophy hunting). Beberapa trah domba bulu yang terkenal adalah domba Katahdin, Barbado atau American Blackbelly, Barbados Perut Hitam (Barbados Black Belly), Dorper, Painted Desert (domba belang keturunan domba Mouflon), Wiltshire Horn, dan St. Croix.
Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan
Sumber:
http://www.helium.com/items/1376797-what-is-the-advantage-of-hair-sheep-over-wool-sheep
Pencukuran domba bisa menimbulkan stres pada domba bersangkutan meskipun pencukuran ini hanya dilakukan sekali dalam setahun. Selain itu, pencukuran domba juga berpotensi menimbulkan luka akibat sayatan alat cukur atau patah kaki akibat penanganan yang kasar. Domba bisa stres saat dimasukkan ke kandang jepit. Saat digiring ke pojok kandang, domba berusaha melompati siapa pun atau apa pun yang menghalanginya saat domba berusaha melarikan diri. Hal ini membahayakan domba-domba yang masih kecil.
Para peternak domba wol biasanya memotong ekor anak domba beberapa hari setelah kelahirannya dengan pertimbangan kesehatan dan kebersihan. Ekor domba wol yang panjang dan berwol panjang ini memang cenderung kotor karena terkena tahinya. Selain itu, ekor panjang berwol panjang yang kotor juga mendatangkan parasit dan lalat. Namun demikian, pemotongan ekor anak domba ini berpeluang menimbulkan infeksi. Sebaliknya, bulu pada ekor domba bulu lebih pendek, sehingga ekornya tetap bersih dan tidak perlu dipotong.
Domba bulu umumnya juga lebih tahan terhadap parasit. Sebaliknya, domba wol sering terkena serangan kutu yang bersarang di dalam rambut wolnya yang lebat dan panjang dan mengisap darah domba. Karena domba bulu berbulu pendek, mereka dapat membuang kutu yang hinggap di badannya dengan menggaruknya menggunakan kukunya atau menggaruknya pada batang pohon atau pagar. Karena itu, parasit dan juga cacing jarang terjadi pada domba bulu.
Dengan menggunakan pejantan domba bulu dalam program perkawinan silang dengan domba wol betina yang lebih besar, peternak dapat mengurangi kemungkinan kesulitan melahirkan pada domba betina. Dengan anak domba yang lebih kecil, induk domba lebih mudah melahirkan anaknya.
Peternak umumnya memelihara domba untuk memperoleh dagingnya. Dalam hal ini, domba bulu sangat menguntungkan bagi peternak. Walaupun domba bulu lebih kecil daripada domba wol, daging domba bulu lebih sedikit lemaknya dan rasanya lebih lezat. Domba bulu biasanya tetap laku dijual setelah berumur lebih tua daripada domba wol karena rasa dagingnya masih tetap lezat.
Selain itu, domba bulu sangat mampu menyesuaikan diri dengan iklim panas atau dingin. Domba bulu bahkan tetap bisa hidup di lingkungan beriklim sangat dingin bila diberi kandang, dan kandang ini tidak perlu dilengkapi alat pemanas. Sebaliknya, domba wol tidak tahan panas dan udara lembab, kecuali bila wolnya dicukur.
Meskipun populasi domba bulu lebih sedikit dibandingkan dengan domba wol, domba bulu semakin terkenal dan warnanya sangat beragam. Sebagian trah domba bulu, seperti domba Barbado atau disebut juga domba Perut Hitam Amerika (American Black Belly), bertanduk pada domba jantan. Domba Barbado jantan bertanduk ini sangat gagah penampilannya, sehingga domba ini kadang-kadang digunakan dalam perburuan trofi (trophy hunting). Beberapa trah domba bulu yang terkenal adalah domba Katahdin, Barbado atau American Blackbelly, Barbados Perut Hitam (Barbados Black Belly), Dorper, Painted Desert (domba belang keturunan domba Mouflon), Wiltshire Horn, dan St. Croix.
Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan
Sumber:
http://www.helium.com/items/1376797-what-is-the-advantage-of-hair-sheep-over-wool-sheep
Thursday, 23 December 2010
Domba Bulu vs Domba Wol
Sebagian galur domba tetap sama dengan moyangnya dan tidak berbulu wol panjang yang perlu dicukur. Sebenarnya, wol merupakan kelemahan dan tidak menguntungkan di lingkungan dan keadaan tertentu.
Menurut perkiraan, sekitar 10 persen populasi domba dunia merupakan domba bulu, dan sekitar 90 persen di antaranya terdapat di Afrika, Asia, dan Amerika Latin dan Karibia.
Di Amerika Serikat dan daerah berhawa sejuk, populasi domba bulu bertambah dengan cepat seiring dengan peningkatan popularitasnya di kalangan peternak karena wol tidak lagi menguntungkan seperti dulu dan daging menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar peternakan domba. Domba bulu lebih disukai karena efisiensi produksinya dan kemudahan pemeliharaannya.
Domba bulu bukan hasil perkawinan silang antara domba dan kambing. Jumlah kromosom domba bulu sama dengan domba wol. Perbedaan utama antara domba bulu dan domba wol adalah perbandingan serat bulu dengan wol. Kedua jenis serat ini terdapat pada semua domba. Serat bulu lebih banyak pada domba bulu, dan serat wol lebih banyak pada domba wol. Domba wol harus dicukur, sedangkan domba bulu tidak perlu dicukur. Domba bulu biasanya juga tidak perlu dipotong ekornya. Ekor domba wol biasanya dipotong karena alasan kesehatan dan kebersihan.
Sebagaimana domba wol, terdapat juga perbedaan di antara galur domba bulu, tergantung pada lingkungan asalnya. Sebagian domba bulu berbulu pendek halus tanpa wol, sementara sebagian domba bulu yang lain berbulu tebal dan terdapat perpaduan serat bulu dan wol yang luruh secara alami setiap tahun. Domba bulu cenderung berserat wol lebih banyak di daerah beriklim dingin, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan lingkungan ekstrem yang berbeda.
Sebagian galur baru domba bulu merupakan hasil perkawinan silang antara galur domba bulu "murni" dan galur domba wol tipe pedaging. Domba jenis ini lebih banyak serat wolnya daripada domba bulu biasa, tapi bulunya luruh secara alami setiap tahun dan tidak perlu dicukur. Domba jenis ini mungkin lebih tepat dikategorikan sebagai domba "luruh".
Selain meluruhkan bulunya, domba bulu memiliki karakteristik unggul lainnya. Domba bulu yang berasal dari daerah tropis tingkat reproduksinya tinggi, lebih tahan terhadap parasit internal (cacing) dibandingkan dengan domba wol biasa, dan lebih toleran terhadap panas dan kelembaban.
Dari segi kulitnya, kulit domba bulu memiliki jaringan serat yang lebih rapat dan kuat sehingga menghasilkan kulit yang lebih baik. Hal ini karena serat wol halus yang banyak terdapat pada domba wol membuat kulitnya lebih terbuka dan longgar teksturnya.
Anak domba bulu memiliki kemampuan hidup dan tumbuh yang luar biasa. Tingkat pertumbuhannya bervariasi menurut galur, genetika, dan nutrisinya. Domba bulu umumnya menjadi gemuk seperti kambing, yaitu dengan menimbun lemak di sekitar organ internalnya sebelum men
Keterangan gambar:
Kiri atas: Domba Merino Rambouillet jantan (domba wol)
Kanan bawah: Domba Dorper putih jantan (domba bulu)
Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan
Sumber:
http://www.sheep101.info/hair.html
http://www.fwi.co.uk/Articles/2007/08/30/106321/Dorper-sheep-ideal-for-lamb-market.htm
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- Agrobisnis Perkebunan (3)
- Agrobisnis Peternakan (2)
- Antivirus (3)
- award (2)
- B.Inggris (2)
- backlink (1)
- berita smk (1)
- Biografi (2)
- Bisnis (8)
- Blogger (29)
- blogging (12)
- browser (2)
- CHEAT (6)
- compression (2)
- Domba (5)
- Domba Bulu (7)
- Domba Perah (1)
- Domba Wol (4)
- download (35)
- Dunia Motor (16)
- emulator (3)
- facebook (5)
- Film (7)
- flashing hp se (8)
- Ford Product (2)
- Freedom (3)
- Fun (76)
- game (6)
- hacking (4)
- HONDA Product (8)
- Ilmu Teknik (13)
- Info (397)
- info otomotif (8)
- instal (2)
- Internet Download Manager (1)
- IPA (4)
- IPS (3)
- jaringan (12)
- Kambing (6)
- Kambing Pedaging (5)
- Kambing Perah (2)
- karate (1)
- kartun (1)
- karya seni (2)
- karya unik (7)
- KAWASAKI (1)
- Kerbau (11)
- Kontak (1)
- LAPAK JUAL/BELI (1)
- makanan (7)
- minuman (2)
- MOBILE HACKING (1)
- motivasi (2)
- Ms Word 2010 (1)
- musik (5)
- optimizer (1)
- os (1)
- other (14)
- PC CHEAT (7)
- PC GAME (26)
- PC HACKING (16)
- Pelajaran (20)
- pengetahuan (6)
- photoshop (5)
- Point Blank (1)
- Programers (3)
- PS2 (2)
- Sains (2)
- Sapi (6)
- sepak bola (2)
- SMK Mojosari (2)
- software (20)
- Susu (4)
- template (1)
- test IQ (4)
- theme google chrome (2)
- Theme Windows 7 (1)
- Tips (54)
- tips dan trik (9)
- Trainer (4)
- trik (10)
- Vespa Product (4)
- video (3)
- Visi dan Misi (1)
- WIFI (2)
- windows (2)
- Yamaha Produk (7)

