Monday, 22 March 2010

Perbedaan Kerbau dan Bison

Mungkin karena penampilannya yang mirip dengan kerbau yang banyak terdapat di Asia dan Afrika, para pendatang Eropa yang pertama kali melihat bison di benua Amerika mennyebut bison sebagai kerbau. Sayangnya, kesalahan penyebutan nama hewan ini sudah terlanjur memasyarakat sehingga para pakar hewan dan bahkan pemerintah sekalipun tidak mampu mengubahnya. Dalam percakapan sehari-hari, masyarakat tetap menyebut bison sebagai kerbau.

Bison adalah hewan asli Amerika Utara dari genus dan spesies Bison bison. Walaupun bison dan kerbau termasuk dalam famili yang sama, yaitu Bovidae, keduanya merupakan hewan yang jelas berbeda. Kerbau yang sesungguhnya, yaitu kerbau Afrika atau kerbau Cape (Syncerus caffer) dan kerbau Asia (Bubalus bubalis, dari famili Bovidae) adalah hewan asli Afrika dan Asia dan tidak saling berkaitan erat. Keju mozzarella di bufala, yaitu keju kerbau yang lezat, terbuat dari susu kerbau Asia, yang dibawa ke Italia dari Asia pada tahun 1400-an.

Di dalam genus bison terdapat dua subspesies bison di Amerika Utara, yaitu bison padang rumput (terutama di Amerika Serikat dan Kanada) dan bison hutan (terutama di Kanada). Ada juga bison Eropa, yang nama ilmiahnya Bison bonasus, yang dinamakan wisen, yang hidup di kawasan Kaukasus Rusia dan di Polandia di hutan Bielowesz.

Bison merupakan mamalia darat terbesar yang hidup liar di Amerika Utara sejak akhir Zaman Es. Bison adalah keturunan hewan purba yang melintasi jembatan tanah Selat Bering sekitar 300.000 tahun yang lalu. Para pakar sejarah memperkirakan bahwa para penjelajah pertama Eropa yang pertama kali menemukan spesies hewan Amerika Utara itu menyamakan bison yang belum dikenal dengan kerbau Afrika dan Asia yang sudah mereka kenal. Meskipun salah kaprah, istilah “kerbau” digunakan untuk menyebut “bison” sejak saat itu dan sudah memasyarakat dalam budaya dan bahasa Amerika. Namun demikian, hal ini tidak membuat istilah tersebut jadi benar!

Bison jauh lebih pintar dan lebih menarik daripada kerbau. Bison bukan hewan ternak tapi merupakan hewan liar yang tidak dapat dijinakkan. Karena itu, bison lebih sulit ditangkap dan lebih kuat daripada kerbau. Meskipun pundaknya besar, bison sangat gesit dan dianggap sama gesitnya dengan kambing. Bison dapat melompati pagar yang tidak dapat dilompati kambing, sapi, atau pun kerbau, dan bila terkejut bison melompati bison lain untuk melarikan diri.

Sebagaimana kerbau, bison adalah herbivora dan memakan rumput. Metode produksinya mirip dengan kerbau, tapi penggunaan hormon pertumbuhan dilarang pada bison. Selain itu, bison umumnya tidak dikebiri karena pertumbuhan bison lebih lambat daripada kerbau; pengebirian bison akan menghambat produksi daging.

Sekarang terdapat sekitar 350.000 ekor bison di Amerika Serikat; sekitar 40.000 ekor disembelih setiap tahun untuk dikonsumsi. Sebagian besar bison tersebut terdapat di berbagai ranch komersial. Sebagai perbandingan, sekitar 125.000 ekor sapi dijual ke pasar setiap hari di Amerika Serikat saja.

Selama beberapa puluh tahun terakhir, usaha mendapatkan daging yang lezat dan sehat bagi jantung telah mendorong peternakan komersial bison, yang menyebabkan peningkatan kembali populasi hewan ini.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan

Sumber:
http://www.thenibble.com/REVIEWS/main/meats/beef/bison.asp

Sunday, 21 March 2010

Gambaran Umum Kerbau

Kita semua mungkin tidak ada yang tidak tahu kerbau. Kerbau dapat ditemukan di setiap desa di seluruh Indonesia. Kerbau termasuk salah satu ternak yang tidak dapat dipisahkan dengan petani. Dengan kata lain, selagi ada petani, kemungkinan besar ada kerbau. Namun demikian, faktanya cukup aneh tapi nyata. Sampai saat ini masih sangat langka buku atau tulisan mengenai kerbau.

Karena itu, untuk ikut serta membantu mengurangi kelangkaan informasi perkerbauan ini, saya akan menyajikan tulisan mengenai gambaran umum kerbau sebagai tulisan pertama mengenai kerbau di blog ini.

Kerbau, yang nama ilmiahnya Bubalus bubalis, merupakan spesies hewan bovin besar, yang biasanya dipelihara untuk mendapatkan daging, susu, tanduk, kulit, pengangkutan, dan juga kegiatan pertanian. Kerbau adalah hewan asli Asia yang kemudian dibawa ke Afrika, Australia, Amerika, Mesir, dan negara-negara Eropa. Diperkirakan lebih dari 90 persen populasi kerbau terdapat di Asia. Karena itu, hewan ini sering disebut kerbau Asia.

Kulit kerbau berwarna kelabu tua; bulunya pendek, kasar dan jarang. Tinggi bahu kerbau mencapai sekitar 1,5 hingga 1,8 meter. Rata-rata, kerbau dewasa dapat mencapai berat sekitar 500-900 kilogram. Kerbau jantan lebih besar daripada kerbau betina. Selain ukurannya, karakteristik utama yang membedakan kerbau jantan dan kerbau betina adalah adanya lekuk-lekuk dalam pada badannya dan tanduk berbentuk bulan sabit yang melengkung panjang ke belakang. Meskipun kerbau betina juga bertanduk, tanduknya lebih kecil daripada tanduk kerbau jantan. Kerbau jantan mencapai kematangan seksual pada umur 2 sampai 3 tahun. Kerbau jantan menghasilkan sperma sepanjang tahun, tapi produksi sperma ini sangat dipengaruhi oleh temperatur lingkungan dan kualitas pakan.

Kerbau liar betina mencapai kedewasaan kelamin pada usia 2 sampai 3 tahun. Kerbau ternak betina yang dipelihara dengan baik dan diberi pakan bermutu mencapai kematangan kelamin lebih cepat. Siklus birahi berkisar 21 hingga 29 hari. Lama birahi biasanya 24 jam tapi bisa bervariasi antara 12 sampai 72. Tanda birahi yang paling jelas adalah sering terjadinya urinasi. Tanda-tanda birahi kerbau kurang jelas dibandingkan dengan sapi. Kerbau umumnya memperlihatkan tanda birahi hanya pada malam hari sehingga sulit dideteksi oleh peternak.

Masa kebuntingan kerbau sekitar 9-11 bulan. Umumnya, tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada kerbau lebih rendah daripada sapi. Penelitian di India membuktikan bahwa tingkat kebuntingan pada inseminasi pertama sekitar 40%, dan tingkat kebuntingan pada inseminasi ketiga sekitar 77%. Birahi pertama setelah melahirkan sangat dipengaruhi musim, jenis kerbau dan kondisi masing-masing kerbau. Sebagian kerbau mengalami birahi dalam waktu kurang dari 60 hari setelah melahirkan, dan sebagian kerbau lain 230 hari setelah melahirkan. Pada kerbau Murrah India, waktu birahi rata-rata setelah melahirkan adalah 100 hari. Birahi pertama setelah melahirkan tidak selalu subur, terutama bila birahi tersebut terjadi tidak lama setelah melahirkan. Kerbau betina menyusui anaknya selama lebih dari setahun. Selama sekitar 3-4 tahun, anak kerbau tetap bersama induknya. Setelah sekitar 3 tahun, anak kerbau jantan meninggalkan induknya dan berkumpul bersama kawanan kerbau jantan lainnya. Bila diternakkan, kerbau bisa hidup sampai hampir 25 tahun.

Berdasarkan daerah keberadaannya, kerbau dikelompokkan menjadi beberapa kategori. Kerbau Afrika terdiri dari dua jenis dalam spesies yang sama (Syncerus caffer), kerbau Cape dan kerbau kerdil. Jenis kerbau Cape jauh lebih besar daripada kerbau kerdil. Berbeda dengan kerbau Asia, kedua jenis kerbau Afrika ini tidak diternakkan karena sifatnya yang berbahaya. Pemangsa kerbau di alam liar adalah harimau, singa dan buaya.

Karena kerbau sudah terbiasa berendam di air, keberadaannya di habitat tertentu tergantung pada ketersediaan air. Kerbau termasuk herbivora dan memakan berbagai jenis rumput dan daun. Salah satu ciri adaptasi kerbau karena sering berendam di lumpur dan air adalah kuku kaki yang melebar. Kuku kaki seperti ini membuat kerbau tidak tenggelam terlalu dalam di dalam lumpur dan juga membuatnya mampu bergerak bebas di tanah basah dan rawa. Kerbau biasanya bermigrasi secara bergerombol bila terjadi kekurangan air.

Daging kerbau sangat liat, karena itu daging kerbau biasanya dimasak perlahan. Susu kerbau memberikan 5 persen dari pasokan susu dunia. Karena kadar lemak yang tinggi di dalam dagingnya, susu kerbau merupakan bahan baku ideal untuk membuat yogurt, keju, dadih dan berbagai produk susu lainnya. Tanduk kerbau digunakan untuk membuat alat musik tradisional, sedangkan kulitnya digunakan untuk pembuatan berbagai produk kulit. Tahi mamalia bovin ini juga digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan.

Karena kerusakan habitat alami dan perburuan yang berlebihan untuk mendapatkan daging, populasi kerbau liar (yang nama ilmiahnya Bubalis arnee) sudah jauh berkurang. Menurut lembaga konservasi satwa liar, jumlah kerbau liar berkurang sekitar 20 persen dalam 14 tahun terakhir. Sekarang, kerbau termasuk dalam daftar Data Merah Serikat Konservasi Alam Internasional (IUCN, International Union for Conservation of Nature) untuk spesies yang terancam punah. Namun demikian, kerbau ternak dapat ditemukan di berbagai negara di Asia.

Penerjemah Inggris-Indonesia:
Hipyan

Sumber:
http://www.buzzle.com/articles/water-buffalo-facts.html
http://www.milkproduction.com/Library/Articles/Buffalo_Milk_Production_Chapter_2_Reproduction_and_Breeding.htm